Thursday, May 23, 2013

EKSISTENSI ALLAH



EKSISTENSI ALLAH
(Allah yang kudus)
Pdp. Yohanes Sigit, S.Th.

Pendahuluan :
  • Meng-Allahkan ALLAH = menjadikan Allah sebagai yang seharusnya.

  • Pengalaman dengan Allah menjadikan sikap terhadap Dia menjadi berbeda dengan orang lain.

  • Pengalaman dengan Allah mempengaruhi sikap kita terhadap Dia.

  • Pengalaman dengan Allah mempengaruhi nilai/harga Tuhan di dalam kehidupan kita.

PEMBACAAN NATS :

Yesaya 29:13  Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,

BERTOBAT LEBIH BAIK DARIPADA MEMPERSEMBAHKAN KORBAN

Yesaya 1:10-20  Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!
"Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.
Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?
Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.
Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya.
Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.
Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,
belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!
Marilah, baiklah kita beperkara! -- firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.
Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.

Ayat-ayat pendukung :

Mazmur 24:3-4  "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

Mazmur 51:17  (51-19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Amsal 21:27  Korban orang fasik adalah kekejian, lebih-lebih kalau dipersembahkan dengan maksud jahat.

Ibrani 10:19-22  Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,
dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

KESIMPULAN :

  1. Konsep duniawi/berhala :
    • ibadah dan persembahan kepada Allah sebagai suap, kalau tidak dilakukan dewanya marah atau
    • beribadah agar diberkati,
      • Akibat yang muncul rasa takut dihukum atau tidak diberkati.
      • Nilainya hukuman/taurat/fisikal.

  1. Konsep kristen duniawi adalah persembahan/perpuluhan, doa semalam suntuk, sumbangan sifatnya = konsep terhadap penyembahan berhala/dewa .

  1. Konsep kristen sejati adalah ibadah atau mempersembahkan korban :
    1. merupakan hubungan hati dengan hati
    2. bukan didasarkan karena hukuman
    3. tidak didasari oleh tuntutan utk diberkati, dll

----> namun
MENUHANKAN TUHAN DENGAN CARA YANG TEPAT SEBAGAI ALLAH YANG HARUS DIHORMATI, DISEMBAH DAN DIPERCAYAI EKSISTENSINYA.

Matius 5:20  Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

A m i n

RAJA DALAM KEHIDUPAN



RAJA DALAM KEHIDUPAN
Pdp. Yohanes Sigit, S.Th.

Dasar Firman Tuhan :
Kolose  3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

  I.     KEINGINAN AWAL ALLAH : KERAJAAN THEOKRASI
a.  Ketika Allah menciptakan segala sesuatu, Ia menjadikan alam semesta yang rapi dan teratur. Setelah manusia diciptakan dan berlipat ganda ke seluruh bumi, Allah menetapkan pemerintahan untuk semua masyarakat dan bangsa.
I. Teokrasi di Padang Belantara – Kerajaan Imam
·         Setelah Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan di Mesir, Ia membawa mereka ke Gunung Sinai, di mana Ia mengatur dan menyusun mereka menjadi suatu bangsa.
·         la menjadikan mereka suatu "kerajaan imam" (Kel. 19:6) dengan Dia sendiri sebagai penguasa mereka.
o   19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."
II. Teokrasi di Kanaan – Jaman hakim
·         Ketika umat Israel menaklukkan tanah Kanaan dan menetap di sana, maka perubahan-perubahan terjadi dalam pemerintahan.mereka.
·         Mereka tidak lagi menjadi suku pengembara di padang gurun; sekarang mereka tinggal di kota-kota.
·         Masa peralihan ini tidak mengubah struktur pemerintahan Israel, tetapi mengubah tugas-tugas para hakim dan cara pemilihan mereka.
·         Para hakim diserahi tanggung jawab untuk menjalankan pemerintahan atas kota-kota tempat kediaman mereka (bdg. Bil. 21:25, 32; Hak. 8:6, 14, 16).

II.     KEINGINAN UMAT ISRAEL : KERAJAAN DINASTI
a.  Raja itu dipilih baik oleh Allah (I Sam. 9:15-16),
1Sam. 9:15 Tetapi TUHAN telah menyatakan kepada Samuel, sehari sebelum kedatangan Saul, demikian:
9:16 "Besok kira-kira waktu ini Aku akan menyuruh kepadamu seorang laki-laki dari tanah Benyamin; engkau akan mengurapi dia menjadi raja atas umat-Ku Israel dan ia akan menyelamatkan umat-Ku dari tangan orang Filistin. Sebab Aku telah memperhatikan sengsara umat-Ku itu, karena teriakannya telah sampai kepada-Ku."
b.  Raja itu dipilih maupun oleh umat itu (I Sam. 11:15).
1Sam. 11:15 Lalu pergilah seluruh bangsa itu ke Gilgal dan menjadikan Saul raja di sana di hadapan TUHAN di Gilgal, dan mereka mempersembahkan di sana korban keselamatan di hadapan TUHAN, dan bersukarialah di sana Saul dan semua orang Israel dengan sangat.

c.  Tuhan menyetujui permintaan mereka, tetapi la menubuatkan hukuman terhadap mereka. Akhirnya, raja akan menindas umat itu melalui pemungutan pajak yang berat dan mewajibkan rakyat untuk bekerja padanya dan mewajibkan mereka untuk menjadi tentaranya (lih. I Sam. 8:9-18).
1Sam. 8:9 Oleh sebab itu dengarkanlah permintaan mereka, hanya peringatkanlah mereka dengan sungguh-sungguh dan beritahukanlah kepada mereka apa yang menjadi hak raja yang akan memerintah mereka."
8:10 Dan Samuel menyampaikan segala firman TUHAN kepada bangsa itu, yang meminta seorang raja kepadanya,
8:11 katanya: "Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu itu: anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada keretanya dan pada kudanya, dan mereka akan berlari di depan keretanya;
8:12 ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh; mereka akan membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; senjata-senjatanya dan perkakas keretanya akan dibuat mereka.
8:13 Anak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan.
8:14 Selanjutnya dari ladangmu, kebun anggurmu dan kebun zaitunmu akan diambilnya yang paling baik dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawainya;
8:15 dari gandummu dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawai istananya dan kepada pegawai-pegawainya yang lain.
8:16 Budak-budakmu laki-laki dan budak-budakmu perempuan, ternakmu yang terbaik dan keledai-keledaimu akan diambilnya dan dipakainya untuk pekerjaannya.
8:17 Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya.
8:18 Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu pilih itu, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kamu pada waktu itu."

III.     KEINGINAN ALLAH : ALLAH MEMERINTAH DI DALAM KEHIDUPAN UMATNYA SECARA ROHANI (kembali ke Rencana Allah yaitu Theokrasi).
PERMOHONAN DOA UMAT TUHAN (setiap hari)
DOA BAPA KAMI :
Matius  6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
·         Di bumi SEPERTI DI SORGA
·         Suasana kerajaan sorga ada di bumi
·         Penguasa adalah Raja sorga
Matius  6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]
·         Masa depan umat Tuhan berada di kerajaanNya.

PRIORITAS HIDUP :
Matius  6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

·         Prioritas pencarian dalam hidup adalah :
o   Suasana kerajaan Allah, dan
o   Pimpinan Roh Allah
รจ Bukan tambahannya


KERAJAAN SORGA ADALAH TEMPAT TUJUAN AKHIR
Matius  7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
                             II.     Seruan “Tuhan, Tuhan !” (perkataan) tidak jaminan merupakan tanda/cirikhas  warga kerajaan sorga.
                            III.     Tanda terpenting sebagai anggota kerajaan sorga adalah menjadi pelaku kehendak Bapa.


Matius  8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,

ISI BERITA PENGINJILAN (OUTREACH)
Matius  10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

LINGKUP KEHIDUPAN MANUSIA ADALAH : HAL KERAJAAN SORGA
§  Matius  13:24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.


§  Matius  13:31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.


§  Matius  13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."

APA YANG TERJADI DI DUNIA (BUMI) BERHUBUNGAN DENGAN SORGA
Matius  16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

IV.     KESIMPULAN
1.  ALLAH MEMERINTAH DI DALAM KEHIDUPAN UMATNYA SECARA ROHANI
a.  SUASANA bumi harus SEPERTI DI SORGA
b.  Penguasa hidup kita harus Raja yang memerintah sorga
c.  Masa depan umat Tuhan bertempat di kerajaanNya.
2.  Prioritas pencarian dalam hidup adalah :
a.  Suasana kerajaan Allah, dan
b.  Pimpinan Roh Allah
3.  TANDA/SIMBOL ANAK TUHAN “
a.  Seruan “Tuhan, Tuhan !” (perkataan) tidak jaminan merupakan tanda/cirikhas  warga kerajaan sorga.
b.  Tanda terpenting sebagai anggota kerajaan sorga adalah menjadi pelaku kehendak Bapa.
c.  Bukan tambahannya
4.  Berita Injil berisi : Kerajaan Sorga sudah dekat.
5.  LINGKUP KEHIDUPAN MANUSIA ADALAH : HAL KERAJAAN SORGA
6.  APA YANG TERJADI DI DUNIA (BUMI) BERHUBUNGAN DENGAN SORGA

A M I N